Sakitku

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Minggu (4/1/09) aku mulai merasakan kondisi tubuh yang menurun. Pagi hari masih sempat pergi ke tempat saudara di Klaten, namun sepulang dari Klaten aku mulai merasakan tubuh yang semakin lemas tak berdaya. Saat itu kupikir hanya masuk angin biasa.

Senin pagi aku masih sempat masuk kerja, namun setelah itu suhu tubuhku semakin naik. Aku merasakan sakit kepala yang semakin parah. Selasa pagi suhu sempat turun, namun sorenya kembali naik. Rabu pagi suhu turun dan pusing mulai menghilang, tetapi sorenya suhu naik lagi (tanpa disertai pusing). Kamis pagi turun dan mulai stabil pada angka 36 derajat celcius. Tetapi aku mulai panik ketika di perut dan punggungku muncul bintik-bintik merah banyak sekali dan hampir merata. Sampai hari Sabtu bintik-bintik tersebut tak kunjung hilang. Wah, jangan-jangan aku terkena Demam Berdarah nih, pikirku. Karena takut, aku pergi ke Puskesmas untuk periksa.

Ternyata aku terkena Morbili, orang Jawa menyebutnya ‘gabagen’. 3 hari kemudian aku sembuh. Tapi bekas bintik-bintik merah tidak langsung hilang, meninggalkan bekas bintik hitam.

2 minggu kemudian, gantian istriku yang terkena. Bahkan lebih parah. Jika aku hanya kena bintik-bintik di perut dan punggung, istriku kena di sekujur tubuh. Waduh, sedihnya…

Buat kalian, info mengenai Morbili di bawah ini mungkin berguna. Info ini saya dapatkan dari blognya Cakmoki.

Campak atau Gabagen ( bahasa Jawa )
Disebut juga Morbili, Measles atau Kerumut ( bahasa Banjar, bujurkah mbak Mina ? ).

Definisi.
Campak ( Rubeola, Measles, Morbili ) adalah infeksi virus akut yang sangat menular, ditandai dengan demam, lemas, batuk, peradangan selaput mata ( konjungtivitis ) dan bintik merah di kulit (ruam).

Penyebab
Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus).
Virus ini terdapat dalam darah dan sekret (cairan) nasofaring (jaringan antara tenggorokan dan hidung) pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir.

Cara penularan melalui droplet dan kontak, yakni karena menghirup percikan ludah (droplet) penderita morbili.
Artinya, seseorang dapat tertular Campak bila menghirup virus morbili, bisa di tempat umum, di kendaraan atau di mana saja.

Orang yang rentan terhadap campak antara lain:

  • bayi berumur lebih dari 1 tahun
  • bayi yang belum imunisasi campak
  • remaja dan dewasa muda yang belum imunisasi kedua

Gejala.
Masa tunas (inkubasi) berkisar sekitar 12-14 hari, referensi lain menyebutkan 10-20 hari.

Gejala ( klinis ) dibagi menjadi 3 stadium, yakni:

  • Stadium awal (prodromal)
  • Stadium timbulnya bercak (erupsi)
  • Stadium masa penyembuhan (konvalesen)

Stadium awal (prodromal)
Pada umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan:
panas, lemas (malaise), nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan.
Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza.
Namun diagnosa kearah Morbili dapat dibuat bila terdapat bercak sebesar ujung jarum (bercak Koplik) di dinding pipi bagian dalam (mukosa bukalis) dan penderita pernah kontak dengan penderita morbili dalam 2 minggu terakhir.

Stadium timbulnya bercak (erupsi)
Terjadi sekitar 2-3 hari setelah stadium awal.
Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga.
Kadang disertai diare dan muntah.

Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi.

Diagnosa
Untuk mendiagnosa dapat dilakukan dengan:

  • Secara klinis, yakni berdasarkan riwayat timbulnya penyakit (anamnesa) dan pemeriksaan fisik (physic diagnostic)
  • Pemeriksaan Penunjang, antara lain: pemeriksaan darah, serologis dan biakan virus (mahal).

Diagnosa Banding
Artinya, kemungkinan penyakit lain yang mirip dengan Campak, diantaranya:

  • German measles
  • Eksantema subitum
  • Infeksi virus lain
  • Infeksi Stafilokokus, dan lain-lain.

Pengobatan

Campak tanpa Penyulit, cukup dengan:

  • Rawat jalan
  • Cukup mengkonsumsi cairan dan kalori
  • Pengobatan simptomatis, artinya mengurangi gejalanya saja, semisal: obat penurun panas (parasetamol / asetaminofen), obat batuk, dan lainnya. Yang terpenting adalah memperbaiki keadaan umum.

Campak dengan Penyulit:

  • Perlu rawat inap (opname)
  • Penatalaksanaan sesuai Standard Operational Procedure (sop) atau Prosedur Tetap. Yang ini Pre Memori aja ya. (soalnya teknis sih)

Komplikasi
Dapat terjadi karena penurunan kekebalan tubuh sebagai akibat penyakit Campak.
Komplikasi yang dapat timbul, antara lain:

  • Bronkopnemonia (infeksi saluran napas)
  • Otitis Media (infeksi telinga)
  • Laringitis (infeksi laring)
  • Diare
  • Kejang Demam (step)
  • Ensefalitis (radang otak)

Pencegahan
Imunisasi ( imunisasi campak untuk bayi diberikan pada umur 9 bulan )
Bisa pula imunisasi campuran, misalnya MMR (measles-mump-rubella), biasanya diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

Catatan:
measles: campak atau morbili atau gabag atau kerumut.
mump: gondongan
rubella: German measles

Referensi:

  • Pedoman Diagnosa dan Terapi Lab IKA, RSUD dr. Soetomo, Surabaya
  • Buku Kuliah IKA, Bagian IKA FKUI

Tinggalkan komentar

Filed under Serba-serbi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s