Aturan Pendobelan Konsonan

Ada kalanya, kita harus menambahkan akhiran -ed, -er, -ing di belakang kata. Beberapa kata memiliki bentuk dobel konsonan terakhir jika ditambah akhiran. Agar terhindar dari kesalahan, sebaiknya kita mengetahui aturan penambahan tersebut.  Kata yang harus didobel konsonan terakhirnya adalah kata-kata yang memenuhi aturan berikut ini.

1.  Kata yang terdiri dari satu suku kata dan berakhiran  satu vocal + satu konsonan.

Contoh:

Hit + ing = hitting

Knit + ed = knitted

Run + er = runner

Hal tersebut tidak berlaku pada kata-kata seperti berikut ini:

Keep >> keeping (dua vocal)

Help >> helped (dua konsonan)

Love >> lover (berakhiran vocal)

Qu dianggap satu konsonan: quit >>quitting

Perkecualian; jika huruf konsonan terakhir adalah huruf w, x atau y, jangan mendobel:

Row >> rowed

Box >> boxing

Say >> saying

2.  Kata yang terdiri dari dua atau tiga suku kata yang berakhiran satu vocal + satu konsonan dan tekanan kata jatuh pada suku terakhir. (tekanan kata ditebalkan)

Begin + er = beginner

Prefer + ed = preferred

Tidak berlaku jika tekanan kata jatuh pada suku pertama:

Murmur + ed = murmured

Answer + er = answerer

Orbit + ing = orbiting

3.  Kata berakhiran l di belakang satu vocal atau dua vocal yang dieja terpisah:

Appal + ed = appalled

Dial + ed = dialled

Refuel + ed = refuelled

3 Komentar

Filed under Materi Pembelajaran

3 responses to “Aturan Pendobelan Konsonan

  1. Ping-balik: Simple Past Tense | Paul's Blog

  2. Ping-balik: Passive Voice | Paul's Blog

  3. Ping-balik: Relative Clause | Paul's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s