Kado Natal

Sekarang tanggal 25 Desember 2010. Semua umat Kristiani di seluruh dunia merayakan hari Natal dengan penuh suka cita. Tak terkecuali di kota kecil tempat tinggalku, Wonogiri. Di televisi diberitakan berbagai kesemarakan menyambut hari Natal. Wajah berseri menghiasi layar kaca.
Aku pun merayakan Natal. Namun, Natal tahun ini tak seceria Natal-natal yang kualami sebelumnya. Ya, Natal kali ini sungguh muram, karena tubuhku terserang penyakit herpes, orang sering menyebutnya dompo. Sampai sekarang belum sembuh. Dan tanggal 24 Desember malam, ketika banyak umat merayakan misa malam Natal, ibu masuk rumah sakit karena kejang-kejang. Ini adalah kali kedua ibu masuk rumah sakit dalam tempo 3 bulan.
Herpes yang kualami saat ini adalah yang yang paling parah. Berawal dari kepala, kehadirannya jadi tak terdeteksi. Tau-tau udah nyebar ke leher dan sekitar pundak dan dada. Bahkan bintik-bintik tersebut berubah menjadi besar seperti bisul. Uhh, ngeri deh ngeliatnya.
Menurut beberapa sumber yang kubaca di internet, herpes disebabkan oleh virus varicella-zoster. Virus ini ditengarai tak bisa dimatikan. Jadi, sekali kita terserang herpes, suatu saat pasti akan terserang lagi. Ketika sembuh, virus tersebut hanya ‘tidur’. Ketika tubuh kita lemah virus tersebut akan menyerang lagi. Jadi, kalo sudah pernah terserang herpes, pertahankan terus daya tahan tubuh anda supaya terhindar dari serangan berikutnya.
Untuk memperpendek lamanya sakit, kita bisa mengoleskan salep acyclovir. Itu sudah kulakukan. Sudah habis 3 tabung namun sampai sekarang belum sembuh juga.
Banyak rencana yang gagal karena virus ini. Dan Natal pun nampak kelabu. Tapi mungkin Tuhan punya rencana yang baik untukku, sehingga aku mendapatkan sakit ini di hari Natal dan tidak pergi ke mana-mana. Toh, masih banyak saudara-saudara yang merayakan Natal dengan lebih menyedihkan setelah tertimpa musibah banjir dan gunung meletus.
Inilah kado Natal untukku tahun ini. Semoga kejutan yang lebih indah sudah disiapkan Tuhan untukku.
SELAMAT NATAL 2010 bagi yang merayakan. Semoga kesederhanaannya menginspirasi kita semua untuk bisa menjalani hidup dengan lebih sederhana. Sederhana,  namun tetap menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.

Tinggalkan komentar

Filed under Serba-serbi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s