Fenomena Supermoon

Saat ini Supermoon sedang menjadi trend perbincangan di berbagai situs jejaring sosial maupun di sudut-sudut perempatan tempat nongkrong. Banyak info berseliweran mengenai supermoon ini yang konon merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi. Di antaranya fenomena ini bakalan memicu terjadinya berbagai bencana. Sebenarnya apa sih, supermoon itu?

Supermoon adalah fenomena ketika Bulan tampak lebih besar dari biasanya akibat kedekatannya dengan Bumi. Bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya. Publikasi space.com menyebutkan, Bulan akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi dalam kurun waktu 18 tahun terakhir. Bulan “hanya” 356,577 kilometer dari Bumi. Ini 30.000 kilometer lebih dekat dengan jarak rata-rata Bumi-Bulan biasanya yang berkisar 382.900 km.

Berdasarkan waktu Indonesia, jarak terdekat Bumi-Bulan tersebut akan terjadi pada Minggu (20/3/11) dini hari pada pukul 02.10 WIB. Puncak purnamanya sendiri bisa dinikmati pukul 01.11 atau 59 menit sebelum jarak terdekat Bumi-Bulan dicapai.

Sayangnya, menurut para ahli, fenomena ini takkan bisa dinikmati langsung dengan mata telanjang. Untuk bisa melihat perbedaannya, kita harus menggunakan teleskop. Itupun harus dengan memilih tempat yang lapang dan gelap. Nampaknya warga kota akan kesulitan menonton fenomena ini.

Mengenai bencana yang akan terjadi berkaitan dengan fenomena ini, para astronom menolak pendapat semacam itu. Mereka mengatakan bahwa ‘supermoon’ tidak akan memicu bencana. Karena ‘kedekatannya’ dengan bumi, ‘supermoon’ ini ‘hanya’ akan memicu gelombang pasang yang lebih tinggi daripada biasanya. Para nelayan disarankan tidak melaut. Dan warga yang tinggal di sekitar pantai mungkin akan menerima ‘hibah’ air pasang laut yang akan menggenangi daerah tempat tinggal mereka. Mereka juga menampik info yang menyebutkan bahwa fenomena ini akan memicu terjadinya gunung meletus dan meningkatnya aktivitas seismik. Mereka mengiyakan adanya pengaruh tersebut, namun mereka menegaskan bahwa efeknya sangatlah kecil. Dalam fenomena ‘supermoon’ ini, yang super hanyalah penampakannya yang lebih dekat.

Akhirnya, terserah anda mau mempercayai pendapat yang mana. Bagaimanapun, nampaknya sayang kalau kita melewatkan fenomena yang terjadi 18 tahun sekali ini. Mari kita nikmati fenomena langka ini sambil melupakan berbagai masalah yang ada di sekitar kita.

Lihat foto-foto terkait.

Dari berbagai sumber.

Tinggalkan komentar

Filed under Serba-serbi, Tahukah Anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s